Khutbah Jumat, Via Renata, 13 Oktober 2017
Disarikan dari artikel Pak Lasa Hs, tentang Etika Profesi Pustakawan
Alhamdulillah, kita ditakdirkan Allah menjadi seorang yang memiliki profesi. Dalam bekerja seharusnya tidak semata-mata berorientasi pada imbalan, tetapi berorientasi pada profesi.
Sebagai muslim yang berprofesi, maka lakukanlah perbuatan yang dapat memberikan manfaat. Apabila perbuatan itu tidak memberikan manfaat atau tidak pantas dilakukan maka harus ditinggalkan.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ
“Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat” (HR. Tirmidzi)
Islam memandang akhlakul karimah merupakan sikap kesempurnaan seorang muslim. Baik buruknya masyarakat dan rusak tidaknya suatu bangsa tergantung pada akhlak bangsa itu terutama pejabat publiknya.
Islam sebagai agama yang membawa rahmat pada seluruh alam/ rahmatan lil ‘alamin mendorong manusia untuk menjunjung tinggi akhlakul karimah dalam perilaku mereka. Akhlakul karimah ini perlu dijaga dalam hubungan dengan Allah Sang Khaliq, hubungan sesama manusia, dan hubungan sesama pegawai.
Sebagai seorang yang muslim yang meyakini al-Quran sebagai panduan hidupnya, maka berupayalah untuk mengikuti pesan-pesan al-Quran seperti ajakan kebenaran, saling menghormati, bekerja keras, dan amal soleh lainnya.
Ilmu pengetahuan, pengalaman, dan informasi yang kita miliki hendaknya dimanfaatkan untuk kepentingan profesi, organisasi, dan masyarakat pada umumnya. Semuanya akan dipertanggung jawabkan. Sebagaimana yang terdapat dalam firman Allah dalam
Apa yang dilakukan manusia harus dipertanggungjawabkan. Ilmu pengetahuan dan keahlian kita telah dimanfaatkan untuk apa? Apakah pekerjaan kita hanya untuk menaikkan jabatan, pangkat, atau benar-benar ikhlas dan professional.
Kita diharapkan melaksanakan tugas sesuai dengan harapan masyarakat, membedakan sikap hidup pribadi dan tugas profesi, tidak menyalahgunakan posisi, sopan dan bijak dalam memberikan layanan kepada masyarakat.
Profesi, bidang, ilmu pengetahuan, dan kekuasan yang diberikan kepada seseorang pada hakikatnya adalah amanah yang harus ditunaikan dengan sebaik-baiknya. Mereka yang tidak melaksanakan amanah ini berarti telah berkhianat kepada Allah dan RasulNya.
Berkompetisilah yang sehat. Dalam mencapai keunggulan perlu ditanamkan maju bersama dan tidak menjatuhkan yang lain.
Emas Mini
Entri Populer
-
Sumber: Internet Ringkasan Tadabbur Al-Baqoroh: 269 Bersama Ust. Bachtiar Nasir Kamis, 04 Juni 2015 10.00-12.00 WIB Streaming aqltv....
-
Suasana pengajian di kediaman Calon Anggota DPRD Kab. Bogor Ust. Dede Sulaeman mengisi NGOPI (Ngobrol Perkara Iman) di kediaman Calon A...
-
Pertama , menjadi sebaik-baiknya manusia. Tidak ada manusia yang lebih baik daripada orang yang mau belajar dan mengajarkan Alquran. Oleh...
-
Dilema tinggal di rumah mertua. Kadang mertua tidak puas dengan kondisi menantu sehingga menjadi ajang pembicaraan mertua dengan tetangga...