11 Jul 2011

Antara Musholla Pekan Raya Jakarta dan Musholla Jakarta Book Fair

Ahad, 10 Juli 2011, aku kembali menyempatkan diri mengunjungi Pekan Raya Jakarta (PRJ). Kali ini aku pergi bersama istri dan putraku tercinta. Berangkat pukul 10.30 WIB dengan menggunakan motor dan tiba di Masjid dekat PRJ sekitar pukul 11.30 WIB. Kami menunggu waktu shalat Zuhur di masjid tersebut. Lebih baik menunggu daripada menunaikan shalat di arena PRJ yang kurang kondusif.


Mengenai Musholla PRJ yang pernah aku ceritakan tersebut, ehm... ternyata kondisinya karena diriku tak kebagian tempat di musholla (ruang musholla sebenarnya). Akhirnya disediakan tempat yang kurang kondusif. Pada tanggal 10 Juli tersebut, saya terpaksa shalat ashar di arena PRJ tersebut, karena tak mungkin shalat di masjid yang ada di luar arena PRJ.

Sudah terbayang rasa jengkel saat perjalanan menuju musholla PRJ yanga ada di Pusat Niaga lantai 2. sesampainya di musholla, ternyata....mushollanya benar benar ada, tak seperti yang aku alami sebelumnya, karena diriku mendapatkan shaf di musholla. walau masih ada rasa jengkel, karena mushollanya yang cukup nyaman hanya muat diisi dengan tiga shaf. Shaf imam dan dua shaf makmum. ehm...padahal yang mengunjungi PRJ membludak.

Foto musholla PRJ dapat dilihat di bawah ini.


Jika dibandingkan dengan Musholla yang ada di Jakarta Book Fair (JBF), sangat berbeda sekali. Ehm... setelah berwisata belanja di PRJ, kami langsung menuju JBF. Kami menyempatkan shalat maghrib berjamaah. Alhamdulillah, panita  JBF sangat cerdas dan bijaksana. Musholla wanita di pisah dengan memakai ruang musholla yang cukup nyaman, dan untuk tempat shalat pria berada di lantai atas yang spacenya sangat luas.

Foto musholla JBF dapat dilihat di bawah ini.





Ehm... padahal pengunjung JBF tak sebanyak pengunjung PRJ. Insya Allah, Allah akan memberikan keberkahan hidup kepada panitia JBF yang telah menyediakan ruang shalat yang nyaman. Jika panitia PRJ mau ketiban berkah juga, sediakanlah ruang shalat yang luas dan nyaman.

(Maryu, Ruang Kerja)



Daftar Klik Iklan Dapat Uang ---> Klik Banner di Bawah

2 komentar:

  1. nah..berarti tidak langsung mengambil kesimpulan klo musholla disana tidak baik... krn perasaan jengkel tsb lah, yg membuat kita menyimpulkan sesuatu tanpa bertanya terlebih dahulu faktanya. ^^

    BalasHapus
  2. @Anonim: Betul... seringkali rasa jengkel membuat semua yang ada dihadapanya jadi serba negatif. penyelenggaranya juga sih yang keterlaluan, gak adil alias diskrimimasi... (ehm...masih jengkel)

    BalasHapus

Terima Kasih Atas Komentarnya

Emas Mini

Entri Populer