Mari kita simak tulisan Pak Putu Laxman Pendit tentang karir pustakawan.
Dalam acara yang diselenggarakan PDII-LIPI dan ISIPII tempo hari saya ikut diskusi di satu kelompok dan mendengarkan (lagi dan lagi!) keluh kesah Pustakawan tentang profesi mereka di lapangan. Keluhan ini bahkan kemudian juga diutarakan (walaupun dengan sudut pandang berbeda) ke Sidang Pleno oleh salah seorang peserta dari Institut Pertanian Bogor.
Saya sendiri heran campur nelangsa melihat begitu ngototnya (persistent) para Pustakawan mempersoalkan profesi mereka, baik dari segi citra maupun dari segi yang lebih praktis, yaitu karir.
Tampilkan postingan dengan label Putu Laxman Pendit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Putu Laxman Pendit. Tampilkan semua postingan
Langganan:
Komentar (Atom)
Emas Mini
Entri Populer
-
Merawat Ibu Tentu kita ingat akan kebaikan orang tua kita, khususnya ibu yang telah melahirkan kita dan merawat kita, Beliau tidak bisa ...
-
Fenomena Ramadhan saat ini, seperti semakin berkurang jamaah yang shalat tarawih di hari-hari terakhir Ramadhan, adalah salah satu cara un...
-
Jualan Kolak Entah siapa yang berjualan di areal kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini. tak ada yang tahu. yang ada hanyalah tempat ...
-
1. Gus Sholah menerima Djarot di pesantren Tebu Ireng. Saat itu khatib Jum'at menjelaskan bahwa memilih pemimpin muslim itu wajib # 2...
