Ada yg lg menghadapi ujian hidup, Sob? Skrg mau bahas ttg Tips
Menghadapi Ujian. Disimak ya...
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
24 Feb 2017
8 Jun 2012
Cerita Cinta Sejati Suami Istri yang Mengharukan
Masih terngiang sangat jelas dalam benak ini tentang Cerita dan peristiwa semalam. Cerita dari seorang sahabat yang menjadi penjaga diruang penyakit dalam. Pada saat menjaga itu dalam kurun waktu yang hampir bersamaan ada 2 orang yang meninggal, perempuan dan laki-laki.
Kemudian sahabatku itu bertanya kepadaku, “Mengapa yang 1 berat diangkat dan yang satunya ringan sewaktu diangkat?” Aku jawab, “Tergantung amal perbuatannya selama di dunia.” Namun, bukan ini permasalahannya yang teringat jelas dalam pikiranku. Tetapi terdapat satu cerita yang membuat air mata keluar, haru ketika mendengar cerita itu.
Kemudian sahabatku itu bertanya kepadaku, “Mengapa yang 1 berat diangkat dan yang satunya ringan sewaktu diangkat?” Aku jawab, “Tergantung amal perbuatannya selama di dunia.” Namun, bukan ini permasalahannya yang teringat jelas dalam pikiranku. Tetapi terdapat satu cerita yang membuat air mata keluar, haru ketika mendengar cerita itu.
1 Jun 2012
Menjadi Wanita Paling Bahagia di Dunia
Ingin menjadi wanita yang paling bahagia didunia juga akhirat...?
maka KATAKAN... "TIDAK....bagi perbuatan yang mensia-siakan umurmu,seperti senang membalas dendam,berselisih dengan perkara yang tidak ada kebaikan didalamnya
"TIDAK.....pada sikap yang lebih memengutamakan harta benda dan mengumpulkanya. kurang arif dalam menjaga kesehatanmu,kebahagianmu,dan waktu istirahatmu
maka KATAKAN... "TIDAK....bagi perbuatan yang mensia-siakan umurmu,seperti senang membalas dendam,berselisih dengan perkara yang tidak ada kebaikan didalamnya
"TIDAK.....pada sikap yang lebih memengutamakan harta benda dan mengumpulkanya. kurang arif dalam menjaga kesehatanmu,kebahagianmu,dan waktu istirahatmu
24 Mei 2012
Pertemanan Petani dan Pemburu
Di zaman Tiongkok Kuno ada seorang petani mempunyai seorang tetangga yang berprofesi sebagai pemburu dan mempunyai anjing-anjing yang galak dan kurang terlatih.
Anjing-anjing itu sering melompati pagar dan mengejar-ngejar domba-domba petani. Petani itu meminta tetangganya untuk menjaga anjing-anjingnya, tetapi ia tidak mau peduli.
Suatu hari anjing-anjing itu melompati pagar dan menyerang beberapa domba sehingga terluka parah. Petani itu merasa tak sabar, dan memutuskan untuk pergi ke kota untuk berkonsultasi pada seorang hakim.
Anjing-anjing itu sering melompati pagar dan mengejar-ngejar domba-domba petani. Petani itu meminta tetangganya untuk menjaga anjing-anjingnya, tetapi ia tidak mau peduli.
Suatu hari anjing-anjing itu melompati pagar dan menyerang beberapa domba sehingga terluka parah. Petani itu merasa tak sabar, dan memutuskan untuk pergi ke kota untuk berkonsultasi pada seorang hakim.
13 Apr 2012
Andai Waktu Bisa Terulang
Jika ada sesuatu yang sangat berharga, maka itu adalah waktu.
Siapapun orangnya, tidak akan bisa mengulang setiap waktu yang
sudah terlewatkan. Tidak peduli seberapa kaya orang itu, seberapa
penting jabatannya, waktu tidak mau diajak kompromi. Ia akan terus
berjalan.
Tidak peduli apakah orang-orang mampu melewatinya dengan
menyenangkan, atau sebaliknya.
Setiap orang, dimanapun ia berada, memiliki waktu 24 jam dalam sehari. Tidak ada yg mendapatkan lebih, meski hanya satu menit saja. Semua sama. Tidak kurang, tidak lebih. Jika kemudian waktu bisa terulang, tentu kita semua mengharap melakukan hal-hal yang baik saja. Memperbaiki kesalahan yang pernah kita lakukan.Sayangnya, waktu memang tidak akan pernah bisa terulang.
Untuk mencapai segala macam kesempurnaan, memang selalu dibutuhkan proses 'trial and error". Oleh sebab itu, jika kemarin atau hari ini kita melakukan kesalahan, carilah kesempatan untuk memperbaikinya. Jika kita gagal melakukan sesuatu hal, bukan berarti itu akhir segalanya. Belajarlah dari kesalahan, dan berusahalah untuk tidak mengulanginya.
Belajarlah memaafkan diri sendiri & memaafkan orang lain, karena tidak ada manusia yang sempurna! Yang lalu biarlah berlalu. Mungkin akan menjadi pengalaman selama hayat. Bagaimanapun diri kita di masa lalu, itu tidaklah penting. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana diri kita di masa depan!
Keep fight! :-) Ahira
Setiap orang, dimanapun ia berada, memiliki waktu 24 jam dalam sehari. Tidak ada yg mendapatkan lebih, meski hanya satu menit saja. Semua sama. Tidak kurang, tidak lebih. Jika kemudian waktu bisa terulang, tentu kita semua mengharap melakukan hal-hal yang baik saja. Memperbaiki kesalahan yang pernah kita lakukan.Sayangnya, waktu memang tidak akan pernah bisa terulang.
Untuk mencapai segala macam kesempurnaan, memang selalu dibutuhkan proses 'trial and error". Oleh sebab itu, jika kemarin atau hari ini kita melakukan kesalahan, carilah kesempatan untuk memperbaikinya. Jika kita gagal melakukan sesuatu hal, bukan berarti itu akhir segalanya. Belajarlah dari kesalahan, dan berusahalah untuk tidak mengulanginya.
Belajarlah memaafkan diri sendiri & memaafkan orang lain, karena tidak ada manusia yang sempurna! Yang lalu biarlah berlalu. Mungkin akan menjadi pengalaman selama hayat. Bagaimanapun diri kita di masa lalu, itu tidaklah penting. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana diri kita di masa depan!
Keep fight! :-) Ahira
12 Apr 2012
Manakala Hidupmu Tampak Susah Untuk Dijalani...
| Toples kosomg |
Kemudian professor mengambil sekotak batu koral dan menuangkannya ke dalam toples. Dia mengguncang dengan ringan. Batu-batu koral masuk, mengisi tempat yang kosong di antara bola-bola golf. Kemudian dia bertanya pada para muridnya, Apakah toples itu sudah penuh? Mereka setuju bahwa toples itu sudah penuh.
Selanjutnya profesor mengambil sekotak pasir dan menebarkan ke dalam toples... Tentu saja pasir itu menutup segala sesuatunya. Profesor sekali lagi bertanya apakah toples sudah penuh? Para murid dengan suara bulat berkata, "Yaa!"
Profesor kemudian menyeduh dua cangkir kopi dari bawah meja dan menuangkan isinya ke dalam toples, dan secara efektif mengisi ruangan kosong di antara pasir. Para murid tertawa...
"Sekarang," kata profesor ketika suara tawa mereda, "Saya ingin kalian memahami bahwa toples ini mewakili kehidupanmu." "Bola-bola golf adalah hal-hal yang penting - Tuhan, keluarga, anak-anak, kesehatan, teman dan para sahabat. Jika segala sesuatu hilang dan hanya tinggal mereka, maka hidupmu masih tetap penuh."
"Batu-batu koral adalah segala hal lain, seperti pekerjaanmu, rumah dan mobil."
"Pasir adalah hal-hal yang lainnya - hal-hal yg sepele." "Jika kalian pertama kali memasukkan pasir ke dalam toples," lanjut profesor, "Maka tidak akan tersisa ruangan untuk batu koral ataupun untuk bola-bola golf. Hal yang sama akan terjadi dalam hidupmu." "Jika kalian menghabiskan energi untuk hal-hal sepele, kalian tidak akan mempunyai ruang untuk hal-hal yang penting buat kalian"
"Jadi..." "Berilah perhatian untuk hal-hal yang kritis untuk kebahagiaanmu. Bermainlah dengan anak-anakmu. Luangkan waktu untuk check up kesehatan. Ajak pasanganmu untuk keluar makan malam. Akan selalu ada waktu untuk membersihkan rumah, dan memperbaiki mobil atau perabotan."
"Berikan perhatian terlebih dahulu kepada bola-bola golf - Hal-hal yang benar-benar penting. Atur prioritasmu. Baru yang terakhir, urus pasir-nya."
Salah satu murid mengangkat tangan dan bertanya, "Kalau Kopi yg dituangkan tadi mewakili apa?" Profesor tersenyum, "Saya senang kamu bertanya. Itu untuk menunjukkan kepada kalian, sekalipun hidupmu tampak sudah begitu penuh, tetap selalu tersedia tempat untuk secangkir kopi bersama sahabat" :-)
www.anneahira.com
5 Apr 2012
Utamakan Selamat
![]() |
Berwudhu sebelum menjalankan shalat
|
Perlu kita sadari bahwa kita sedang melakukan perjalanan hidup didunia ini, dan perjalanan ini menuju kepada akhirat kelak. Dan tidak ada bulak-balik atau vice versa. Lalu jika memahami alam akhirat, itupun terbagi dari beberapa perjalanan seperti di alam barkzah (alam kubur) dimana kita menanti Yaumil Kiamah, atau hari kiamat, lalu kemudian kita akan dibangkitkan di padang mahsyar yang biasa disebut dengan yaumul hisab, dan baru setelah perjalanan panjang itu kita Insya Allah berakhir di final destination yaitu Surga. Aamiin.
Tetapi apakah kita akan selamat dalam perjalanan itu? Semua itu ditentukan oleh amal perbuatan kita di duniaa lias perjalanan kita di alam dunia. Dan dalam perjalanan dunia pun apakah kita akan selamat? Apa yang menjamin kita akan selamat? Lalu Bagaimana amal kita agar selamat? Mari kita bahas.
Islam mempunyai arti salah satunya selamat. Sebagai agama keselamatan dunia dan akhirat, Islam menitikberatkan kepada akhlak. Akhlak menjadi bagian penting yang tidak bisa dipisahkan dari islam. Substansi dari Islam adalah akhlak. Baik akhlak terhadap Khalik (Yang Menciptakan) maupun terhadap seluruh ciptaan-Nya (sesama manusia, hewan, tumbuhan, maupun alam semesta).
Akhlak menurut kamus besar berarti budi pekerti, kelakuan, watak. Sedangkan menurut bahasa akhlak berasal dari Al-akhlaaku yaitu kata jama’ dari khuluqu berarti tabiat, kelakuan, perangai, tingkah laku. Akhlak berbeda dengan moral. Moral berasal dari bahasa latin yaitu moralis atau mores yaitu jamak kepada perkataan mos. Walaupun secara arti mos adalah juga perbuatan, budi pekerti dan perangai.
Namun nilai moral diukur oleh tindakan lahiriah manusia dalam hubungan sesama manusia berdasarkan kepada pemikiran dan pandangan suatu kumpulan, masyarakat pada suatu tempat dan masa. Otomatis nilai ini bersifat relative dan temporer. Sedangkan akhlak Islam (Al-akhlaq al-Islami), mempunyai ukuran barometer dari Alquran dan As-Sunnah yang bersifat Haq (yang sebenar-benarnya).
Ilustrasi akhlak Islam adalah seperti berdoa sebelum mengerjakan sesuatu apapun untuk mendapatkan keberkahan, makan dengan tangan kanan, mengucapkan salam, masuk masjid dengan kaki kanan dan keluar dengan kaki kiri, mendoakan orang bersin, berwudhu sebelum tidur, tidur miring kekanan dan sebagainya. Karena itu, Islam menuntun manusia dari mulai bangun tidur, beraktivitas terus sampai dengan manusia itu tidur dan bangun lagi.
Akhlak keseharian itulah yang dapat menyelamatkan kita seandainya kita masuk ke dalam tuntunan Alquran dan As-Sunnah, sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rasullullah SAW.Karena itulah tujuan Rasulullah diutus oleh Allah SWT ke muka bumi.
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kebaikan akhlak” (HR Ahmad).
Dan Rasullullah adalah barometer atau ukuran contoh serta teladan yang paling sempurna, beliau adalah uswatun hasanah sebagaimana ayat;
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasullullah itu suri teladan yang baik bagimu.” (QS. Al Ahzab, 33 : 21).
Ketika sahabat bertanya pun Aisyah RA menjawab bahwa akhlak beliau adalah seperti Alquran yang berjalan. Allah pun memuji beliau dalam ayat;
“Wa innaka la’ala khuluqin ‘azim.”
Yang artinya ; “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al Qolam, 68 : 4). D
engan akhlak Islami Insya Allah kita tidak saja selamat dalam perjalanan dunia akhirat, tetapi juga dapat menebarkan keselamatan tidak hanya kepada sesama manusia saja tetapi juga kepada seluruh makhluk ciptaan Allah seperti hewan, tumbuhan, dan alam semesta. Itulah makna Islam sebagai agama rahmatan lil alamin.
Oleh karena itu, menurut saya, jika merunut kepada bahasan akhlak di atas; “Belumlah dia dapat disebut sebagai seorang Muslim jika dia tidak menebarkan keselamatan, karena Islam dari kata salam dapat diartikan selamat, dan belumlah dia disebut mukmin jika dia tidak menebarkan rasa aman, karena iman berasal dari kata dasar aman, yang dapat juga diartikan dengan rasa aman dan tentram”.
Dan dalam bahasan perjalanan panjang kita dimanapun juga, jangan lupa “utamakan selamat”. Tidaklah lebih baik dari yang berbicara ataupun yang mendengarkan, karena yang lebih baik di sisi ALLAH adalah yang mengamalkannya. Ustaz Erick Yusuf: Pemrakarsa Training iHAQi (Integrated Human Quotient), republika.co.id
24 Mar 2012
Cita-Cita = Hidup Foya-foya, Mati Masuk Surga?
| Erick Yusuf |
Dengan santai dia menjawab, “Muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk syurga.” ...Gggrrrrr…suasana kelas pun bergemuruh. Sang guru pun marah karena merasa diolok-olok.
Cita-cita, tujuan, dan keinginan. Sewaktu kecil memang seringkali guru, orang tua dan teman-temannya bertanya tentang cita-cita, dan kita pun dilatih dengan menjawab cita-cita sebagai tujuan akhir dengan jawaban profesi pekerjaan, seperti menjadi pilot, dokter, tentara dan sebagainya. Seakan-akan jika kita menjawab selain dari itu adalah jawaban yang salah.
Menurut kamus besar bahasa Indonesia tujuan adalah alamat, arah, haluan, jurusan, maksud, sasaran, kehendak, keinginan. Dan keinginan sendiri adalah kehendak, maksud, atau tujuan.
Sebenarnya yang terjadi pada kita, manusia dalam konteks keinginan atau tujuan, kita senantiasa dihantarkan oleh waktu untuk selalu menuju tujuan kita dari bangun tidur, melakukan keseharian kita sampai tidur dan kembali bangun; dari detik ke detik, dari jam ke jam, hari, minggu, bulan bahkan tahun….kita senantiasa diantarkan oleh waktu dari satu tujuan ke tujuan yang lain, dari satu keinginan ke keinginan yang lain, dan seterusnya sampai tujuan dimasa mendatang.
Mari kita tafakuri sejenak apa tujuan kita besok?
Apa tujuan kita esok lusa, atau minggu depan, atau bulan depan, atau bahkan tahun depan. Mari kita perhatikan di sekeliling kita. Orang-orang atau manusia-manusia yang tujuannya besok mungkin sekedar bangun lebih pagi, ada yang berencana sport, shopping & hang out besok, ada yang minggu depan berencana reunian dengan teman lama, ya kangen-kangenan, ada juga yang bulan depan sedang berencana menikah, atau ada juga dari mereka yang bulan depan akan promosi naik jabatan, dan masih banyak lagi yang bisa kita lihat dalam kehidupan kita, manusia.
Manusia dan tujuannya dalam kehidupan ini. Hanya saja semua tujuan-tujuan itu dari mulai rentan waktu yang pendek hingga yang panjang, dari mulai esok hari sampai minggu depan, bahkan bulan, bahkan tahun dan bertahun-tahun lagi……semuanya tidaklah pasti. Tidaklah pasti, kecuali Allah memberikan izin kepada dirinya, kita, manusia untuk mencapai tujuan tersebut, atau keinginan tersebut.
Makna dari kata Insya Allah
Insya Allah adalah kata yang sering kita ucapkan jika kita akan melakukan sesuatu apapun nanti, atau jika kita akan mengerjakan sebuah pekerjaan dimasa mendatang, baik itu dihitung dari mulai hitungan detik, jam, hari, minggu, bulan bahkan tahun.
Karena apapun yang akan dilakukan oleh manusia dimasa mendatang haruslah atas seizin Allah, tetapi makna dari kata Insya Allah inilah yang sering kita lupakan. Terkadang malah jika kita jawab Insya Allah teman kita malah berucap, ”Aduh jangan Insya Allah dong, pastiin….jadi apa nggak,”
Seakan-akan kata Insya Allah bermakna, “Ngak janji deh...” Atau kalo sempet ya... atau perkataan semacamnya. Inilah yang seringkali terjadi dan kata Insya Allah dimaknai lain.
Padahal, setidaknya ada dua makna dari ucapan kata Insya Allah yang atinya jika Allah mengizinkan. Pertama apakah Allah mengizinkan kita untuk mencapai tujuan tersebut. Kedua apakah Allah masih memberikan waktu atau masa, sehingga umur kita masih bisa mencapai tujuan tersebut.
Terkadang manusia atau kita hanya terfokus pada tujuan-tujuan atau keinginan-keinginan yang belum pasti. Keinginan dan tujuan yang belum tentulah Allah akan mengizinkan kita untuk mencapai tujuan tersebut, dan melupakan tujuan yang pasti, tujuan yang hakiki, yaitu bertemu dengan Allah Rabb semesta alam, melalui pintu kematian.
Sahabat, begitulah skenario Allah. Dan ketika bahasan telah sampai di sini seringkali keinginan kita atau tujuan kita bertolak belakang dengan skenario Allah, yang menetapkan tujuan hakiki manusia adalah kembali kepada Allah, Tuhan Rabb semesta alam melewati pintu kematian. Allah telah berfirman dalam Alquran:
“Wahai Manusia, sesungguhnya engkau giat menuju TuhanMU dengan penuh kesungguhan, maka pasti engkau akan menemuiNYA.” (QS. Al Insyiqoq : 6)
Ayat yang baru saja kita simak menyeru kepada kita, Manusia bahwa secara sadar maupun tidak, mau ataupun tidak, manusia diantarkan oleh waktu atau masa sampai pada satu tujuan yaitu bertemu dengan Allah Rabb semesta alam. Hanya saja kebanyakan dari kita, manusia sering tidak menyadari akan hal itu.
Ya, seringkali kita lupa di dalam keseharian kita. Kita pikir yang pasti besok adalah tujuan-tujuan kita seperti sport, shopping, atau reuni, promosi naik jabatan, menikah, bercengkrama dengan anak dan keluarga dan sebagainya padahal itu semua tidaklah pasti, karena yang pasti kita sedang berjalan menuju Allah, lewat pintu kematian.
Malaikat maut mendatangi kita lima kali dalam sehari
Padahal tahukah sahabat, bahwa sesungguhnya malaikat maut itu mendatangi kita sehari lima kali. Ya, disebutkan dalam sebuah hadis lima kali dalam sehari dan dalam hadis lain 70 kali sehari. seakan-akan malaikat itu terus dengan teliti mengawasi kita, apakah sudah saatnya kita pada waktu yang telah ditetapkan, atau dengan kata lain sudah sampaikah kita pada jadwal ajal yang telah ditetapkan. Wallahu ‘alam bish shawwab.
Tidaklah ada satupun manusia yang akan tahu kapan ajal itu akan datang menjemputnya. Tetapi yang mengherankan adalah mengapa kebanyakan dari kita, manusia tidak mempersiapkan bekal untuk sesuatu yang pasti, yang pasti kita datangi yaitu kehidupan setelah kematian. Dan itulah tujuan, tujuan hakiki dari kehidupan kita.
Kuncinya adalah menselaraskan keinginan dan tujuan, sesuai dengan yang diridhai Allah SWT.
Kunci dari pemahaman tentang keinginan yang telah kita bahas, adalah menyelaraskan keinginan dan tujuan sehari-hari kita dengan tujuan kehidupan akhirat kelak. Bila kita tafakuri, waktu yang telah kita lalui tidaklah mungkin kembali, hari demi hari, minggu, bulan dan tahun, hidup kita ini adalah sebuah perjalanan, yang kita sedang mengarunginya hari demi hari sampai nanti ajal menjemput kita.
Oleh karena itu, di dalam perjalanan ini hendaklah kita semua, mengambil jalan yang “selamat”. Selamat bukan hanya untuk perjalanan di dunia ini sahabat, tetapi selamat di dunia sekaligus untuk bekal keselamatan di akhirat nanti. Jalan yang selamat, itulah kenapa islam mempunyai arti , salah satunya adalah selamat. Selain arti yang lain adalah berserah diri, berserah diri kepada ketentuan Allah SWT.
Jalan selamat perlulah cara, aturan dan jalan yang benar
Dan untuk mengambil jalan yang selamat perlulah pedoman cara dan aturan yang benar, cara yang telah dicontohkan oleh Rasullullah SAW, dan dengan aturan yang haq atau yang sebenar-benarnya yaitu aturan Alquran dan Sunnah. Itulah jalan yang selamat.
Mari kita tafakuri. Sementara tujuan esok kita sekedar jogging saja telah kita persiapkan, tujuan esok kita akan reuni, atau sekedar kongkow-pun telah kita persiapkan, apalagi di minggu depan misalkan promosi naik jabatan pastilah telah kita persiapkan, tetapi banyak dari kita yang lupa akan persiapan skenario Allah tentang tujuan kita kembali kepada Allah lewat pintu kematian, apa bekal kita untuk kehidupan akhirat kelak, amalan apa yang akan kita bawa?
Mari kita niatkan perubahan, mari berhijrah dari yang kurang baik menuju yang baik, dan dari yang baik menuju yang lebih baik lagi, mari kita niatkan agar hari ini lebih baik dari kemarin dan esok lebih baik dari hari ini, mari bersama-sama, selama kita masih berkesempatan, selama kita masih diberi kesempatan, selama nafas masih berhembus. Mari! Insya Allah, Aamiin.
Tidaklah lebih baik dari yang berbicara ataupun yang mendengarkan, karena yang lebih baik disisi ALLAH adalah yang mengamalkannya. [Ustaz Erick Yusuf, republika.co.id]
12 Mar 2012
Cara Menyayangi Ibu Kita
| Merawat Ibu |
Apakah hari ini kita sudah mendoakan orang tua kita? Apakah hari ini kita sdh peluk ibu kita? Apakah hari ini kita sdh menelpon ibu kita (bagi yg jauh rumahnya)? Apakah kita sering membuat beliau tersenyum atau termenung oleh beban kita? Apakah hari ini sudah memperhatikan makanannya? Apakah hari ini kita segera juga membawa ibu ke RS seperti kita waktu kecil dahulu? Ataukah alasan sibuk sehingga setelah kronis baru diperiksa dokter ? Apakah kita pernah menyetrika baju beliau seperti beliau menyetrika baju kita pagi pagi? Pernahkah kita menyiapkan makanan kesukaannya seperti waktu kita kecil beliau semangat menyiapkan makanan untuk kita?
10 Mar 2012
Sambil Mengurus Rumah, Hobi Menulis pun Tersalur
Rasa-rasanya, pernah kulihat raut wajah itu, sesaat, hinggap di kepalaku lalu menghilang. Tertelan oleh roda waktu yang berputar. Namun, entah mengapa selalu kutemukan, meski hanya sejenak di sudut waktu.
Puisi berjudul Syair Tengah Malam karya Deka Amalia tersebut terpampang di laman sebuah blog. Di sana termuat pula 201 puisi lain dan ratusan tulisan fiksi berupa cerita pendek dan novel. Tak ketinggalan, beragam tulisan nonfiksi bertopik tip menulis, motivasi bisnis, kisah-kisah inspirarif, hingga artikel seputar kesehatan dan psikologi, bisa Anda baca.
Blog kaya tulisan ini berjudul Ibu-Ibu Doyan Nulis (http://ibu-ibudoyannulis1.blogspot.com). Blog ini menjadi wadah aktualisasi sebuah komunitas yang beranggotakan para ibu yang ingin mengembangkan hobi menulisnya. Komunitas ini mengarahkan hobi menulis para anggota sesuai minat, bakat, pengalaman, dan kemampuan masing-masing.
8 Mar 2012
Kumpulan Kata Bijak Mario Teguh
| Mario Teguh |
- Kita menilai diri dari apa yang kita pikir bisa kita lakukan, padahal orang lain menilai kita dari apa yang sudah kita lakukan. Untuk itu apabila anda berpikir bisa, segeralah lakukan
- Bukan pertumbuhan yang lambat yang harus anda takuti. Akan tetapi anda harus lebih takut untuk tidak tumbuh sama sekali. Maka tumbuhkanlah diri anda dengan kecepatan apapun itu.
- Jika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan bila anda sedang takut, jangan terlalu takut. Karena keseimbangan sikap adalah penentu ketepatan perjalanan kesuksesan anda
20 Feb 2012
23 Kalimat Bijak motivasi Hidup
- Sebaik-baiknya orang pasti punya kejelekan,begitu pula sebaliknya sejelek-jeleknya orang pasti punya kebaikan. Lihatlah diri kita dari sisi kebaikan agar hubungan baik tetap terjaga.
- Benar itu belum tentu baik. Karena baik itu ada berbagai tingkatan yaitu baik menurut diri sendiri,baik menurut orang lain, baik menurut orang banyak, dan baik menurut Tuhan. Baik menurut Tuhan inilah yang benar,karena pasti baik untuk diri sendiri, orang lain, dan orang banyak.Namun kadang kita sulit untuk menerimanya.
2 Feb 2012
Kiat Mengubah Kegagalan Menjadi Kemenangan
Kita semua tentu pernah merasakan kegagalan. Sedari kecil kita semua tahu arti dari kegagalan. misal ketika kita ingin dibelikan sesuatu namun orang tua tidak mengabulkanya. Namun tentunya dari hari ke hari penyikapan kita dengan sebuah kegagalan haruslah mengalami perbaikan. Kegagalan yang terjadi bukanlah akhir dari kehidupan kita. Kita masih bisa menorehkan semangat dalam lembar kehidupan kita untuk menggapai kesuksesan sesegaera mungkin.
Dalam web ciputraentrepreneurship saya mendapatkan artikel tentang cara bangkit setelah gagal berbisnis. Artikel tersebut tidak hanya untuk para entrepreneur. Tetapi bagi mereka yang bukan entrepreneur tentu dapat mengalami kegagalan pula. Berikut ini kutipan dari web ciputraentrepreneurship yang dapat kita praktikan dalam kehidupan kita.
Dalam web ciputraentrepreneurship saya mendapatkan artikel tentang cara bangkit setelah gagal berbisnis. Artikel tersebut tidak hanya untuk para entrepreneur. Tetapi bagi mereka yang bukan entrepreneur tentu dapat mengalami kegagalan pula. Berikut ini kutipan dari web ciputraentrepreneurship yang dapat kita praktikan dalam kehidupan kita.
1 Feb 2012
Wujudkan Angan-Anganmu dengan Memotivasi Diri Sendiri
Setiap orang punya mimpi yang tentunya ingin direalisasikan, bukan sekadar berhenti pada angan-angan dan harapan. Sebesar apapun impian, tanpa motivasi yang memicu aksi, takkan berwujud nyata. Namun bagaimana cara Anda memotivasi diri? Mengandalkan diri sendiri atau membutuhkan dorongan dari orang lain yang memberikan penguatan juga inspirasi?
Motivasi terkuat tentunya berasal dari dalam diri. Namun tak jarang, motivasi dari dalam diri ini melemah apalagi jika dihantam dengan berbagai penghalang dari dalam dan luar diri. Selain juga berbagai faktor luar yang melemahkan semangat dan bahkan membuat Anda kehilangan arah saat berupaya meraih mimpi. Kehilangan motivasi, inilah yang kemudian menjauhkan Anda dari impian.
Motivasi terkuat tentunya berasal dari dalam diri. Namun tak jarang, motivasi dari dalam diri ini melemah apalagi jika dihantam dengan berbagai penghalang dari dalam dan luar diri. Selain juga berbagai faktor luar yang melemahkan semangat dan bahkan membuat Anda kehilangan arah saat berupaya meraih mimpi. Kehilangan motivasi, inilah yang kemudian menjauhkan Anda dari impian.
27 Jan 2012
Usaha Sampingan juga Butuh Motivasi
Banyak orang yang ingin memulai usaha sampingan, tetapi bingung harus
memulai dari mana. Berikut beberapa langkah menyusun bisnis sampingan yang saya dapatkan dari jpmi.or.id, situsnya Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia. Semoga dengan sembilan langkah ini usaha sampingan Anda bisa berjalan dan sukses.
1. Awali Dengan Impian dan Imajinasi
Apabila usaha anda ingin sukses mulailah bermimpi dan ciptakan imajinasi sebab membangun mimpi dengan imajinasi yang kuat yang tertanan dibawah alam sadar kita hal ini akan tercapai cita-cita anda. Bahkan salah satu perusahaan otomotif raksasa Honda, memilki moto “The Power of Dream”, Kakuatan dari impian, dimana masa depan dimulai dari impian saat ini. Hal ini lah yang mendukung munculnya inovasi pada produk-produknya.
1. Awali Dengan Impian dan Imajinasi
Apabila usaha anda ingin sukses mulailah bermimpi dan ciptakan imajinasi sebab membangun mimpi dengan imajinasi yang kuat yang tertanan dibawah alam sadar kita hal ini akan tercapai cita-cita anda. Bahkan salah satu perusahaan otomotif raksasa Honda, memilki moto “The Power of Dream”, Kakuatan dari impian, dimana masa depan dimulai dari impian saat ini. Hal ini lah yang mendukung munculnya inovasi pada produk-produknya.
26 Jan 2012
123 Kata Motivasi Penggugah Kehidupan
Ketika kita sedang labil akibat gagal dalam mencapai kesuksesan, atau ketika kita sedang malas untuk beraktivitas, maka alangkah baiknya kita membaca kata-kata motivasi yang saya dapatkan dari scribd ini. Kata-kata motivasi berikut ini juga sangat cocok untuk kita yang sedang senang karena keberhasilan yang sudah kita capai, atau ketika kita sedang giat-giatnya beraktivitas. Kata-kata motivasi ini diungkapkan oleh para pemikir, baik para pemikir muslim mauapun para pemikir barat.
Baik, selamat termotivasi ria...
Baik, selamat termotivasi ria...
25 Jan 2012
10 Kebiasaan yang Menjadikan Anda Penulis Baik
Tulisan menarik yang saya dapatkan dari Kang Arul mengenai sepuluh kebiasaan yang menjadikan kita menjadi penulis yang baik. Dalam kondisi yang sedang dikejar deadline oleh BP School of Writing, saya menjadi lebih bersemangat setelah membaca tulisan kang Arul tersebut yang saya dapatkan dari group di Facbook yang bernama Forum Pena Bergoyang. Semoga deadline yang memang sudah basi, he... seharusnya akhir 2011 kemarin saya harus menyerahkan naskah ke BP School of Writing. Apalagi pekan-pekan ini saya harus menyelesaikan membaca buku tentang tahsin dan ilmu tajwid karena pada hari Ahad, 29 Januari 2012 saya akan di tes untuk mendapatkan sertifikat Syahadah.
Ya, selamat menikmati tulisan Kang Arul ini yang diposting pada tahun 2009 silam.
Ya, selamat menikmati tulisan Kang Arul ini yang diposting pada tahun 2009 silam.
16 Jan 2012
Menjadi Pemenang dalam Pertarungan
Si Anto tak bisa melihat si Budi dengan kasat mata, sedangkan si Budi bisa melihat si Anto dengan jelas. Jika si Anto berperang dengan si Budi, manakah yang menang diantara mereka berdua?
Sederhana mengetahui jawabannya. Tentu si Budi yang menang, sebab si Budi bisa dengan jelas melihat si Aanto. Si Budi bisa dengan mudah dan kapan saja menyerang si Anto tanpa sepengetahuan si Anto.
Langganan:
Komentar (Atom)
Emas Mini
Entri Populer
-
Merawat Ibu Tentu kita ingat akan kebaikan orang tua kita, khususnya ibu yang telah melahirkan kita dan merawat kita, Beliau tidak bisa ...
-
Fenomena Ramadhan saat ini, seperti semakin berkurang jamaah yang shalat tarawih di hari-hari terakhir Ramadhan, adalah salah satu cara un...
-
Jualan Kolak Entah siapa yang berjualan di areal kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini. tak ada yang tahu. yang ada hanyalah tempat ...
-
1. Gus Sholah menerima Djarot di pesantren Tebu Ireng. Saat itu khatib Jum'at menjelaskan bahwa memilih pemimpin muslim itu wajib # 2...





